G Industry Media

Dalam dan Luar Dunia Game Indonesia

Penguatan Keamanan Digital Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Digital Indonesia

Indonesia kini berada di jalur menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Menurut laporan Kementerian Kominfo, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus US$150 miliar pada 2025, didorong oleh e-commerce, fintech, ride-hailing, hingga digital banking.

Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan serius, terutama dalam aspek keamanan siber. Ledakan transaksi digital diiringi peningkatan risiko kebocoran data, penipuan online, hingga serangan ransomware.


Seruan di Indonesia Digital Bank Summit 2025

Poin Utama Diskusi

Pada Indonesia Digital Bank Summit 25 Agustus 2025, para pakar perbankan, regulator, dan pelaku industri menekankan urgensi penguatan keamanan digital. Diskusi menyoroti beberapa hal:

  • Peningkatan serangan siber terhadap bank dan fintech lokal.

  • Masih rendahnya kesadaran keamanan di kalangan pengguna.

  • Perlunya standar regulasi keamanan yang lebih tegas dari pemerintah.

Regulasi Perlu Diperkuat

Sejumlah pakar menilai regulasi saat ini masih parsial dan kurang tegas dalam memberi sanksi terhadap pelanggaran perlindungan data konsumen. Dengan ekonomi digital yang makin besar, regulasi harus mengimbangi kompleksitas ancaman.


Ancaman Nyata yang Dihadapi

1. Kebocoran Data

Kasus kebocoran data konsumen masih menjadi masalah besar. Beberapa marketplace dan aplikasi finansial dilaporkan mengalami serangan yang berujung pada jual beli data di forum gelap.

2. Phishing & Penipuan Online

Meningkatnya layanan pembayaran digital juga diikuti penipuan berbasis phishing. Pelaku kriminal memanfaatkan kelengahan konsumen untuk mencuri kredensial akun.

3. Serangan Ransomware

Bank dan perusahaan besar di Indonesia menjadi target ransomware. Serangan ini bisa melumpuhkan sistem operasional dan merugikan nasabah secara masif.


Perspektif Pemerintah

Komitmen Kominfo

Menteri Kominfo menyatakan bahwa pemerintah sedang menyusun Peraturan Perlindungan Data Pribadi yang lebih detail, turunan dari UU PDP. Aturan ini akan mengatur standar keamanan minimum yang wajib dipatuhi perusahaan digital.

Bank Indonesia & OJK

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa bank digital wajib meningkatkan standar keamanan, mulai dari enkripsi data, sistem deteksi fraud, hingga audit keamanan berkala.


Pandangan Pakar

Perlunya Pendekatan Multi-Level

Pakar keamanan siber dari Universitas Indonesia menilai keamanan digital tidak bisa hanya bergantung pada regulasi. Harus ada kombinasi:

  • Teknologi canggih (AI, machine learning untuk deteksi fraud).

  • SDM terlatih (cybersecurity expert lokal).

  • Edukasi konsumen agar lebih sadar risiko.

Benchmark dari Negara Tetangga

Singapura menjadi contoh dengan Cybersecurity Act yang ketat. Indonesia bisa belajar bagaimana regulasi kuat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi investor dan pengguna.


Dampak ke Ekonomi Nasional

Kepercayaan Publik

Keamanan digital erat kaitannya dengan kepercayaan publik. Jika konsumen merasa aman, mereka lebih percaya menggunakan layanan digital, dari belanja online hingga digital banking.

Potensi Kerugian

Menurut studi McKinsey, kerugian akibat serangan siber di Indonesia bisa mencapai Rp150 triliun per tahun jika keamanan tidak diperkuat. Angka ini bisa menggerus pertumbuhan ekonomi digital yang sedang melesat.


Reaksi Industri

Bank Digital

Beberapa bank digital mulai memperketat sistem login dengan verifikasi biometrik dan teknologi enkripsi terbaru. Mereka juga meningkatkan kerja sama dengan perusahaan keamanan siber internasional.

Startup Fintech

Fintech skala menengah mengaku terkendala biaya dalam membangun infrastruktur keamanan kelas atas. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah memberi insentif pajak atau subsidi keamanan digital.


Peran Masyarakat

Edukasi Pengguna

Kesadaran pengguna masih rendah. Banyak konsumen yang memakai password lemah atau mudah membagikan OTP kepada pihak asing. Edukasi publik melalui kampanye nasional dinilai penting agar pengguna tidak menjadi titik lemah.

Netizen Angkat Suara

Di media sosial, warganet menyoroti pentingnya keamanan digital setelah beberapa kasus kebocoran data viral. Hashtag #DataPribadi dan #KeamananDigital sempat trending.


Tantangan Ke Depan

  1. Keterbatasan SDM: jumlah ahli keamanan siber di Indonesia masih minim dibanding kebutuhan.

  2. Biaya Tinggi: perusahaan kecil sering kesulitan menanggung biaya infrastruktur keamanan.

  3. Kolaborasi Internasional: ancaman siber bersifat lintas negara, sehingga butuh kerja sama global.


Penutup

Ekonomi digital Indonesia memang tengah melesat, tapi fondasinya rapuh jika keamanan digital tidak diperkuat. Seruan dari Indonesia Digital Bank Summit 2025 menjadi pengingat bahwa regulasi tegas, teknologi mutakhir, dan edukasi publik harus berjalan beriringan.

Jika tidak, potensi besar ekonomi digital bisa berubah menjadi bumerang akibat hilangnya kepercayaan publik.

Keamanan digital bukan lagi pilihan tambahan, tapi syarat mutlak agar ekonomi digital Indonesia bisa tumbuh berkelanjutan.